Salah kah jika seorang pria dewasa dan wanita dewasa bersahabat?
Dalam hidup ada suatu yang tidak bisa dihindari adalah kita membutuhkam orang lain dalam menjalani hidup ini, mencari pendamping dam meneruskan keturunan. Selain seorang pendamping hidup,ada fenomena lain yang saya gak tahu apakah ini benar adanya atau tidak . Tapi saya ingin menyampaikan sebagai suatu catatan pinggir yang mungkin gak punya arti atau mungkin jadi kontroversi. Silahkan beri pendapat,mungkin pendapat kita berbeda,mungkin sudut pandang kita berbeda., tapi itu hanya sebuah perbedaan, tidak ada yang benar-benar benar dan benar-benar salah. Hanya sebuah pendapat.
Contoh 1.
Seorang teman , al (nama samaran) bertengkar dengan istrinya.perbedaan jarak tempat membuat komunikasi menjadi sangat penting bagi mereka. Pada suatu hari Al sangat marah pada istrinya,karena istrinya tidak mengangkat telpon setelah berkali-kali Al menelpon istrinya. Al bertugas diluar kota sedangkan istrinya mengambil program study spesialisasi di tempat asal mereka. Dia menceritakan betapa marahnya dia kepada istrinya,hanya karena telpon yang tidak diangkat. dia mencurahkan segala bentuk marahnya pada saya,sedikitpun saya berusaha untuk tidak menyela luapan emosinya. Sampai akhirnya….., dia bilang sebenarnya dia tadi menyesal telah memarahi istrinya, tapi dia malu untuk segera meminta maaf, karena tadi dia marah luar biasa. Tidak lama kemudian dia menceritakan,betapa bangganya dia terhadap istrinya,”istriku muda ,lus…cantik, pintar, seksi pasti banyak yang seneng lus ama dia,body masih bagus lus walau anak kami sudah dua, tapi apa dia masih sayang sama aku lus kalau seandainya dia dah jadi spesialis,sedangkan aku cuma dokter umum . (dalam hati…OOOO,ini sudah krisis kepercayaan diri )
Saya memberi sedikit nasehat sederhana hanya untuk menenangkan hatinya. Saya bilang “saya yakin istri kamu pun menyesal saat ini dan menangis. Dia juga takut kamu marah dan dia juga sangat mengagumi kamu. Tugas kamu sebagai abdi negara juga cukup membanggakan kenapa harus minder dan serasa dia akan meninggalkan kamu? Percayalah cinta kalian cukup kuat untuk mengangap bahwa masalah ini sebenarnya bukan masalah”.
30 menit kemudian dia telpon saya “lus,terima kasih ya…,aku tadi dah telpon istri ku,aku minta maaf,dia juga,aku sudah gak marah lagi begitu aku dah mengeluarkan marah aku ama kamu lus.begitu bicara ama istriku aku dah berpikir tenang dan gak emosional lagi. Ma kasih ya lus…
Kesimpulan:
Pertama : saya senang sekali ternyata,Al memilih saya untuk jadi teman menyelesaikan masalahnya,artinya saya terpilih…
Kedua : persahabatan mampu menyelematkan dan menjaga keutuhan sebuah keluarga. tidak selamanya persahabatan antara pria dan wanita dewasa bermasalahkan?
Ketiga : kadang kita perlu orang lain untuk mendengarkan kita diluar pasangan kita masing-masing dengan alasan kita berusaha menjaga hati orang yang sangat kita sayangi.
Contoh 2
Pada suatu malam,saya sedang mempunyai masalah yang sangat membebani pikiran saya. Saya gak mungkin menceritakan masalah itu kepada suami saya,karena suami saya tentu akan marah sekali terhadap orang yang telah memyakiti saya tersebut dan ini adalah masalah pekerjaan. Saya hanya bilang padanya saya sedang punya masalah dan saya berusaha agar dia tidak tahu masalah saya,karena saya tidak ingin menambah beban pada nya dan tidak ingin dia menjadi emosional dan takut masalah jadi semakin runyam,karena suami mana yang tega istrinya di sakiti. Dan saya menjaga itu semua. Sehingga malam semakin larut dan saya sama sekali tidak bisa tidur. Jam menunjukan pukul 2 malam,dan saya masih gelisah serta tidak dapat mememjamkan mata saya. saya ingin mengeluarkan apa yang ada di hati saya,tapi pada siapa? orang-orang terkasih lelap dengan mimpi indah nya.
Lalu saya ingat saya punya temen SMU,dia ketua Osis dulu waktu SMU. Sebenarnya kita temenan sejak SD. Lalu saya telpon dia jam 2 malam.
# : oscar,lusi sedang sedih,gak bisa tidur,ada masalah. Apa yang harus lusi lakukan? lusi gak bisa tenang. Lusi mo marah tapi gak bisa,lusi takut car..
* : ya sudah lusi tahajud aja..
# : tahajud kalau kita sudah tidur,lusi belum tidur sama sekali. Apa yang harus lusi buat car…?
* : pergi sana ambil wudhu..sholat apa aja,sunat dua rakaat,habis itu ambil qur’an mengajilah,lusi akan tenang,kemudian lusi pasti tertidur.
klik…. tutup telpon ,berjalan cepat ke kamar mandi untuk wudhu dan lupa ngucapin terima kasih
Dan benar,saya terbangun pukul 6 pagi….
Pukul 11 pagi….cuma dapat sebuah SMS dari Oscar…”semoga semua lebih baik hari ini”
Kesimpulannya
Pertama : Salahkah saya? sebagian orang pasti menganggap perbuatan saya salah. Jam 2 malam sebagai istri orang telpon laki-laki lain,walaupun tujuan saya bukanlah untuk hal yang berkonotasi negativ.
Kedua : Hal itu pasti juga jadi masalah jika saat itu oscar sudah menikah. Karena tentulah istrinya akan menganggap saya sebagai perempuan yang gak bener…
Ketiga : Jika ada hal yang begitu membebani seperti ini,yang hampir membuat saya benar-benar tertekan,haruskah saya mengadu ke orang tua,ke suami,ke orang-orang yang sangat mencintai saya? bukankah itu akan menjadi beban pikiran bagi mereka? bukankah kita tidak ingin mereka bersedih…Sedangkan saat itu saya gak sanggup menahan beban itu sendiri….?
Salahkah persahabatan antara laki-laki dewasa dan wanita dewasa…?
Mungkin pada sebagian orang hal itu salah,karena seperti kata Bram temen saya….laki-laki lus….mana ada yang tulus…saya kan laki-laki tahu lah saya… Aduh,kenapa harus ada pikiran tersebut…yach…tapi Bram gak salah, dia berhak mempunyai pendapat. Atau kah benar adanya di dalam kepala manusia cuma ada nafsu dan sex? Tidak mungkinkah persahabatan laki-laki dan wanita berjalan lurus mulus tanpa nafsu…?
Mungkin dengan tulisan ini saya dianggap terlalu naif dan sok suci. Saya hanya ingin mengurai fenomena ini…Mungkinkah?
Saat ini saya punya Akbar dan Armen. Akbar temen dari Makasar yang sudah saya anggap adik sendiri. Armen,sahabat saya waktu kuliah S1. Sama mereka berdua ini saya gak sungkan menceritakan apapun. Komentar apapun yang mereka sampaikan tentang saya saya yakin itu jujur dan apa adanya. Bukan sebagai lip service,penyanjung dan pemanis buatan. Marah mereka sekalipun adalah marah yang saya terima dengan iklas. Karena saya yakin hal itu akan membantu saya melewati jalan menuju kehidupan lebih baik…Saya juga yakin mereka adalah orang-orang yang baik….
Bukankah kata orang bijak :Sahabat mu adalah cermin diri mu
Oh..ya saya juga gak melupakan sahabat karib saya Cut Fatimah Zuhra. Ini 100% perempuan. Persahabtan yang terjalin selama bertahun-tahun. Yang bagi kami berdua,arti dari suatu persahabatan adalah….
” Saya tahu kapan saatnya kamu bahagia adalah saat kamu tidak menghubungi saya…..karena jika kamu berduka kamu harus mencari saya bukan orang lain…” ( lusi & icut )
“letakkan tanganmu di atas bahuku …
biar terbagi beban itu,kian tegar dirimu“
(lupa judul…by Ary lasso)